Deprecated: Methods with the same name as their class will not be constructors in a future version of PHP; WordpressYoutubePlaylistWidget has a deprecated constructor in /home/admin/public_html/main/wp-content/plugins/wp-youtube-playlist-widget/wp-youtube-playlist-widget.php on line 42 Strategi Marketing di Social Media bukan hafalan, Bukan Gitu-gitu Doang, Ini Mainan Orang "Gila"! - Diciri Indonesia Diciri Indonesia

Strategi Marketing di Social Media bukan hafalan, Bukan Gitu-gitu Doang, Ini Mainan Orang “Gila”!

Tidak semua social media strategy diciptakan sama rata sama rasa. Setelah Anda menetapkan langkah strategis dari socmed perusahaan, Anda perlu untuk membangun sebuah strategi tentang tujuan Anda dan Perusahaan. Jika Anda mengorbankan waktu dan sumber daya untuk mencoba mempertahankan selusin profil/akun melalui teknik social media yang pernah Anda dengar hanya sekedar untuk “jangan sampai dia unfollow”, Anda justru akan kewalahan dan tidak mendapat apa-apa karena Social media strategy seharusnya mampu mengalokasikan sumber daya yang Anda miliki untuk memikirkan yang BIG, bukan satuan. Jangan khawatir akan hal-hal yang sederhana seperti itu karena Social Media Strategy adalah sesuatu yang BIG

Berikut adalah beberapa elemen yang perlu dipertimbangkan.

 

The right distribution of owned, earned and paid media
Hal pertama yang perlu dipertimbangkan adalah bagaimana Anda akan menggunakan owned, earned and paid media untuk mencapai tujuan Anda di social media.

Owned media: Pastikan Konten marketing perusahaan dikontrol oleh anda secara penuh. Ini termasuk semua profil social media, situs web dan blog serta newsletter email Anda, ribet? namanya juga Owned Media.

Earned Media: Konten brand yang telah diciptakan harus diekspos melalui social media, anda iklankan disana! Contoh sederhananya adalah Facebook ads atau Twitter ads

Paid Media: Konten yang disajikan secara online, konvensional dan social media advertising, intinya bayar, bayar dan bayar! karena bermain promosi di social media bukan berarti GRATIS! coba pikirkan lagi media lain untuk support konten Anda di social media.

Masing-masing dari ketiga bentuk media tersebut memiliki tujuan tertentu. Tujuan yang berbeda membutuhkan pendekatan yang berbeda. cobalah dipikirkan kembali 🙂

Kami lanjut, Jika tujuan strategi media sosial Anda adalah untuk mendorong pelanggan yang sudah ada meningkatkan produknya menjadi versi yang lebih canggih dari produk Anda, seperti versi pro bukan versi gratis, Anda harus menekankan owned media. karena hanya Anda yang tau produk Anda, bukan tim recahan Anda.

Owned media memungkinkan Anda untuk berhubungan dengan masyarakat yang ada, misalnya menggunakan saluran social media untuk mendorong pembelian produk. Pelanggan Anda mengharapkan Anda untuk melibatkan mereka pada channels ini. Praktek media sosial yang efektif menawarkan insentif kepada pengguna, seperti diskon jika mereka meng-upgrade dalam rentang waktu tertentu. contoh sederhana iklan Bukalapak yang dibintangi oleh pemiliknya sendiri, contoh lain ya pemilik apple yang kini sudah almarhum yang saat itu Steve Jobs menangkat namanya sendiri untuk mempopulerkan produknya.

Earned Media, melalui upaya PR yang akan membantu Anda mengembangkan jaringan Social Media. Anda bisa berhubungan dengan influencer di Twitter dan mereka berbagi konten dengan followers mereka sebagai bentuk Earned Media. ah ribet dijelasin.

Langsug saja, ini yang paling tidak merepotkan, Paid Media! yang memungkinkan Anda untuk menargetkan audiens yang sangat spesifik namun harus bekerjasama dengan social media platform, dan ini berbayar!

Content game plan yang tepat
Setelah Anda menetapkan bagaimana Anda akan menggunakan owned, earned and paid media, maka Anda dapat mulai membuat content game plan. Ingatlah bahwa Content marketing adalah inti strategi pemasaran melalui social media, Jaringan sosial bukan hanya website, Videogame salahsatu dayatarik hiburan yang memanjakan mengikut Anda, Videogame berbasis apapun (website, smartphone atau mainan fisik (baca: lego the avanger / frozen) adalah konten yang kece yang akan Anda berikan kepada khalayak ramai, sehingga memungkinkan Anda untuk mencapai hampir semua tujuan social media strategy yang Anda tetapkan.

Ada beberapa elemen kunci setiap strategi konten:

  1. Your target audience
  2. Your brand voice
  3. Your distribution channels
  4. Your distribution tactics

Your target audience akan tergantung pada tujuan Anda. Posting di Instagram mungkin lebih baik jika tujuan Anda menargetkan khalayak yang lebih muda, sedangkan posting di LinkedIn lebih sesuai untuk audiens kelas bisnis. Dengan cara ini, target audiens Anda akan menentukan content strategy Anda.

Your brand voice membutuhkan perhatian yang sama. Jika Anda seorang pebisnis B2B yang menjual perangkat lunak keamanan, konten Anda harus mengambil nada lebih serius daripada jika Anda seorang pengecer pakaian untuk remaja. Frekuensi ini akan mempengaruhi jenis konten yang Anda pilih (mau lucu atau mau serius). Anda harus mendapatkan gambaran yang jelas tentang dimana konten Anda akan melakukan yang terbaik.

Your distribution tactics mungkin termasuk gated content, contests, using user-generated content, infographics, blog posts, atau penggunaan social media ads. Taktik Anda akan tergantung pada audiens dan distribution channels Anda. Jika belum jelas, semua elemen ini co-dependent. Mereka saling mempengaruhi satu sama lain dan harus direncanakan berbarengan.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Chat by WhatsApp