Google Glass! Produk berkelas yang belum temui jalan pintas

diciri.com | Google memutuskan untuk menghentikan produksi Google Glass. Kacamata yang dibandrol sangat mahal ini, yaitu sekitar 18 juta rupiah secara resmi dihentikan produksinya dan tak akan ada lagi pasokan perangkat baru tersebut ke pasaran. namun Google dirumorkan sedang mengembangkan inovasi baru berkaitan dengan kacamata pintar buatanya tersebut. Produk yang sempat membuat heboh ketika diluncurkan pada 2012, nasib kacamata pintar Google Glass berubah jadi tidak jelas semenjak penjualannya dihentikan oleh pembuatnya pada 19 Januari 2015 lalu. namun Google menyatakan bahwa walaupun saat ini produksi Glass di hentikan namun perangkat ini tak akan punah dari muka bumi. Google memanfaatkan feedbak yang didapat oleh Google Glass selama 2 tahun kehadiranya di pasaran gadget dunia.

 

Beberapa hal yang harus disadari terkait peluncuran produk ini:

  1. Saat dijual ke pasar, harga satu unit kacamata pintar itu mencapai US$1.500 atau hampir Rp20 juta. Saat diteliti oleh Tech Insight, dengan memreteli satu persatu komponen dalam Glass, diketahui harga produksi satu unit Glass hanya sekitar US$79,78.
  2. Glass bisa mengambil gambar atau merekam video tanpa ketahuan. Hal ini menimbulkan akibat yang lumayan fatal, asosiasi pemilik bioskop global menyatakan kemungkinan adanya pelarangan menggunakan Google Glass di dalam teater untuk mencegah maraknya pembajak film secara diam-diam, hal ini berlanjut ke konteks pelanggaran rekaman video untuk lain hal.
  3. Sergey Brin (Co-founder of Google Directing Google X) dan Larry Page (Co-founder of Google Inc., CEO of Alphabet Inc, PageRank) berupaya mencocokkan Glass dengan dunia fashion. Namun seperti halnya asesoris untuk gaya, Glass dianggap tidak terlalu fashionable dan stylish. Meskipun frame-nya dapat diganti-ganti, tetap saja kacamata itu tidak cukup bergaya untuk digunakan para sosialita.

Setelah proyek yang dianggap gagal oleh sebagian besar masyarakat, Astro Teller, Head of Google X melakukan projek-projek “sampingan” Google lainnya seperti self-driving car dan Google Loon yang kini masih dalam tahap ujicoba, namun apakah akan berakhir sama dengan Google Glass? Well, Google Glass hanyalah perangkat yang hadir di saat yang tidak tepat atau mugkin terlalu cepat.

Apa yang disampaikan Teller mungkin ada benarnya. Google Glass diluncurkan secepat mungkin untuk melihat respon pasar, hal yang sama terjadi pada projek Google X lainnya. Google X tidak dikembangkan di laboratorium yang lengkap dan canggih, tapi langsung diapliksikan di dunia nyata. jadi yang sedang dibuat oleh Google namun tampak oleh kita sebelum direlease hanyalah sebuah promosi, coba-coba, survey atau laboratorium dialamsemesta?

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Chat by WhatsApp