CUMA FOTO MAKANAN DAN POSTING DOANG, BUKANLAH DIGITAL MARKETING, KENAPA?

Digital Marketing untuk membangun bisnis restoran sepertinya sangat mudah dan tidak rumit dalam penerapannya, contoh kamu punya produk makanan dan fokus memasarkan secara online. Biasanya hal yang dilakukan adalah foto produk yang (menurut) kamu keren, angle liat contoh postingan selebgram, lalu edit dikit pake filter bawaan hp, terus upload deh. Iya gampang banget, eh tapi kok yang likes dan comment sedikit, itu pun BOT dari Hashtag, apalagi followers ngga nambah, terus gimana ada yang mau beli produk kamu? Atau setidaknya ada yang memperhatikan?
Uraian sebelumnya ada hal-hal standar yang dilakukan para pebisnis online, sangat mainstream.

Padahal Digital Marketing bukan cuma foto lalu posting saja, banyak hal yang tentunya harus
diperhatikan dan dipersiapkan dengan sangat baik. Artikel kali ini kita akan bahas tentang salah satu asset penting dalam digital marketing, yaitu foto produk dalam hal ini makanan, serta faktor-faktor yang mendukung agar apa yang sudah di posting bisa menarik calon perhatian calon konsumen dan
menghasilkan konversi.

Apa itu Food photography?
Singkatnya Food Photography adalah pemotretan dengan model utama yaitu makanan. Biasanya juga melibatkan Food Stylist untuk mendandani makanan. Seperti model pada umunya, tidak cukup hanya angle dan tone color serta kaidah lainnya, make up juga sangat penting. Tujuannya adalah agar makanan yang kamu tawarkan menarik perhatian, menonjolkan sisi kenikmatan dan ciri terbaik serta menimbulkan selera makan, secara garis besar yaitu ‘menghipnotis’ orang yang melihatnya. Contoh, jika kamu datang ke sebuah restoran yang kamu belum pernah datang sebelumnya dan tidak ada referensi, saat akan memesan dan melihat menu, biasanya ada menu makanan atau minuman unggulan disertakan dengan fotonya, tanpa sadar kamu tunjuk itu foto dan memutuskan
untuk memesan. Yap, selamat kamu sudah kena hipnotis! Atau kamu bolak-balik feed instagram
suatu akun, dan tanpa sadar mengucap ‘kayaknya enak nih’, pernah merasakan pengalaman itu? So, Apa saja yang harus dipersiapkan?

  1. Objek Foto dan properti pendukung
    Objek foto tentunya adalah makanan yang ingin kamu potret. Makanan utama harus ditata sedemikian rupa agar hasilnya memuaskan. Tambahkan objek / properti pendukung seperti alas atau taplak, saus, sendok garpu, background, dll.
  2. Peralatan Fotografi yang Mumpuni dan Lengkap Selain sangat memudahkan, peralatan yang lengkap dan mumpuni akan sangat menunjang dalam
    proses pengambilan foto yang professional.
  3. Pencahayaan dan Sudut Pengambilan (Angle) yang Tepat Jika ingin terlihat natural tentunya pencahayaan bisa menggunakan sinar matahari pagi, atau bisa juga dengan pencahayaan dari alat yang tentunya bisa kamu atur sedemikian rupa.
  4. Sesuaikan dengan Apa yang Ingin Disampaikan Kamu harus pikirkan mana sisi terbaik dari makanan tersebut, apa yang membuat makanan tersebut
    menjadi sangat lezat misalnya. Buat foto sedetail mungkin dan terlihat natural, jika kamu di bisnis  restoran usahakan apa yang disajikan sesuai dengan apa yang terlihat dalam foto.

Jadi persiapkan produk sebaik mungkin, dari rasa sampai presentasi yang dituangkan dalam bentuk  foto atau video. Ini sangat penting dalam bisnis makanan khususnya untuk memasarkan produk  makanan kamu secara online. Sebenarnya food photography adalah Digital Assets (selanjutnya  penjelasan mengenai digital assets).

Setelah foto lalu langsung posting? Boleh kok, tapi ada cara jitu agar Digital Assets yang sudah
kamu persiapkan dengan sedemikian rupa tidak percuma dan akan sangat efektif jika kamu memperhatikan faktor-faktor dan menerapkannya, kita akan bahas di artikel selanjutnya tentang  pentingnya waktu posting, caption atau kata-kata yang lagi-lagi menghipnotis, serta closing statement yang tepat.

Hi there! Click one of our representatives below and we will get back to you as soon as possible.

Chat by WhatsApp